Mengajarkan anak-anak mencintai lingkungan yang bersih

20161113_094624

Antusias anak-anak Pondok Inspirasi dalam mebersihkan Sampah

Paman…paman…paman…. (biasanya anak-anak manggil aku paman mungkin karena kelihatan tua ya…) suara teriakan yang terdengar jelas dari balik pintu membangunkan ku dari tidur. Suara teriakan ini tidak asing terdengar. Badan kerasa lemas, semalam sempat membantu tetangga dalam acara persiapan nikahan putranya.  Aku tidur jam tiga pagi belum sempat tidur nyenyak, suara azan mulai berkumandang maklum rumahku dibelakang masjid, jadi corong nya pas menghadap kekamarku. Bangun dan mulai mengerjakan kewajiban sebagai seorang muslim. Setelah kewajiban terlaksana, tidur tahap kedua tidak tertahankan, rasa ngantuk masih utuh.

Aku lupa ternyata hari ini hari minggu pantasan anak-anak ribut dihalaman depan soalnya kami bersama anak-anak yang tergabung dalam taman baca Pondok Inspirasi akan mengadakan bersih-bersih kampung. Segera bergegas menuju kamar mandi sekedar cuci dan gosok gigi. Terlihat dari raut muka anak-anak tidak sabaran ingin memulai kegiatan. setiap anak membawa karung tujuannya untuk memungut dan mengangkut sampah baik sampah plastik ataupun sampah organik.

20161113_085556

Belajar membersihkan sampah

Selain ikut serta dalam membersihkan lingkungan kampung, anak-anak diajarkan untuk mengenal mana sampah organik-dan mana sampah anorganik yang tidak bisa terurai dan dapat berbahaya bagi lingkungan. Anak-anak juga dijuga di berikan pemahaman tentang dampak buruk jika kita membuang sampah sembarangan, dan semua dari mereka tidak jijik dengan sampah yang ada. Mereka pun mulai beraksi satu persatu sampah dipungut dan karung di bagi berdasarkan kriteria jenis sampah yang sudah dijelasakan.

20161113_083305

Kak One bersama anak-anak membersihkan selokan

Kurang lebih empat puluh anak mengikuti langkahku menyusuri gang yang ada dikomplek. Mulai dari RT 5 hingga RT 7. Teman-teman relawan mulai berdatangan. Jumlah kami tidak banyak hanya 5 orang sebagian ada yang sibuk menghadiri undangan pernikahan, maklum hari ini hari Ahad.

Setelah berjalanan mengitari kampung mulai lah pada titik permasalaan yang selama ini menjadi perdebatan bahkan sering menimbulkan perkelahian yaitu selokan. Selokan ini menjadi sumber penyakit mulai dari perkembangan nyamuk yang begitu dahsyat, bagaimana tidak genangan air tidak bisa terhelakkan tumpukan sampah yang berbagaimacam jenis ada didalam selokan ini.

Bagian selokan kami yang mengurus. Dengan peralatan lengkap mulai dari cangkul, sekop lengkap kami bawa, memang niatnya ingin melihat kampung bersih dan jauh dari penyakit. Wow… aroma sedap mulai tercium menyengat. Biar kerja tidak terganggu anak-anak diminta pergi beli masker. Selokan demi selokan mulai kami bersihkan. Sampah kami kumpulkan ditepian selokan. Memang luar biasa menyadarkan orang-orang bagaimana tidak sampah dari jenis pembalut hingga sampah rumah tangga terbuang tanpa menyadari rasa berdosa.

Seandainya orang-orang yang membuang sampah ini mengerti dampak yang ditimbulkan mungkin mereka akan sadar dengan sendirinya. Kebanyak yang membuang sampah diselokan warga yang rumahnya jauh dari selokan itu.

20161113_094701

Warga mulai ikut membantu

Melihat antusias anak-anak membersihkan selokan warga mulai berdatangan membantu. Aku bersama relawan memang tidak memberitahukan warga mengenai tindakan yang kami lakukan. Kegiatan ini sengaja saya lakukan dengan melibatkan anak-anak supaya mereka memilki pemahaman sejak dini tentang menjaga lingkungan. Menanamkan pemahaman seperti ini sangat aku rasa sangat efektif. Ketika orang tuanya membuang sampah sembarangan dan dilihat oleh anaknya pasti mereka menegur orang tuanya sendiri. Nah… seperti yang ini kami harapakan bersama teman-teman relawan.

20161113_094628

Ibu-ibu tidak mau kalah dengan anak-anak nya

Akhirnya warga ikut serta dalam kegiatan kami dan saling bahu membahu membersihkan selokan dan lingkungan sekitar. Ibu-ibu tidak mau kalah juga, sampah-sampah dimasukkan kekarung. Rasa capek mulai menghampiri ibu-ibu ini, inilah moment yang kami tunggu sebab pasti ada satu atau dua patah kata yang keluar dan itu betul terjadi ibu-ibu mulai mengelurkan kata-kata larangan. “siapa-siapa yang buang samapah sembarangan dan ketahuan arus didenda” benarkan sudah mulai sadar sendiri dan mulai mengancem dengan aturan mereka sendiri juga. Salah satu ibu ibu nyeletuk “bagi yang ketahuan membuang sampah sembarangan, kami tidak segan segan memungut sampah yang dibuang dan kami buang kembali ke rumahnya biar dia tau rasa”. Kami tidak perlu banyak banyak mengeluarkan perkataan cukup dengan tindakan yang kami lakukan bersama anak-anak PONDOK INSPIRASI cukup mewakili apa yang terucap didalam hati.

20161113_094632

Sampah mulai dinaikan ke kendaraan

Setelah sampah terkumpul kendaraan pengangkut datang. Kendaraan ini merupakan pemberian dari kepala desa untuk kami para relawan berupa kendaraan roda Tiga.  Kendaraan ini kami manfaatkan untuk kegiatan semacam ini dan kegiatan perpustakaan keliling. Tapi jika ada diantara warga yang membutuhkan bantuan kami untuk keperluan acara semisal acara begawe (acara adat orang Lombok) kami siap membantu.

img_8536

Suasana di TPA Ijo Balit

Satu persatu karung yang terisi sampah dinaikkan, setelah habis dinaikkan kami langsung membawa sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ditempat kami TPA hanya satu dan jaraknya lumayan jauh sekitaran 17 Km. Nga seberapa menurut kami yang penting permasalahan inti di kampung ini terselesaikan. Bahkan kami akan mengundang semua RT yang ada di kampung ini untuk ikut menyuarakan lingkungan bersih. Rencana nya setiap rumah memilki karung penampung sampah dan relawan siap datang menjemput. Dan kami juga akan memilah mana sampah organik dan mana yang anorganik. Sampah organik akan kami olah menjadi pupuk kompos sedankan yan ganorganik kami pilah sesuai kriteria. Kriteria yang bisa di daur dan tidak bisa. Yang bisa berupaa plastik bekas minuman dan lain lain yang memiliki nilai jual. Sedangkan yang berupa kantong plastik atau bungkus bungkus makanan yang tidak memilki nilai jual akan dibawa menuju TPA.

Palastik yang memiliki nilai ekonomi akan dikumpukan dan dijual. Hasil penjualannya rencananya akan kami gunakan untuk membeli bibit dan polibag. Bibit dan polibag akan kami bagikan ke warga. Tidak lupa juga suplay unsur hara tanaman dari kompos yang kami buat. Inilah harapan relawan pondok inspirasi agar terciptanya lingkungan kampung yang bersih, asri dan hijau. Kalau sudah bersih semua orang akan senang, bukan hanya kami yang bahagia tapi setiap mata yang memandang.

img_8529

Relawan yang tidak pernah bosan menularkan ide dan bertindak

Terimkasih yang sebesar-besarnya aku ucapkan buat Relawan yang tidak pernah henti-hentinya menelurkan ide-ide kreatifnya bukan hanya terjebak dengan ratusan ide tapi dibuktikan lewat tindakan. Dan para relawan ini mau menyempatkan diri untuk selalu ada buat perubahan kearah positif kampung ini.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s