Menjaga Otak Tetap Sehat Dengan Membaca

img_2925
Kegiatan Membaca di Taman Baca Pondok Inspirasi

Sudah berapa buku yang anda baca dalam minggu ini???. Sebuah pertanyaan yang sering saya lontarkan ketika melakukan kegiatan kampanye gemar membaca. Kegiatan ini salah satu angenda rutin sebuah taman baca yang aku kelola hingga saat ini. jumlah bukunya memang tidak seperti taman-taman baca pada umumnya yang berjejer rapi hingga ratusan bahkan puluhan ribu buku. Taman baca ini bertujuan untuk memberikan fasilitas ke warga sekitaran kampung tempat aku tinggal. Selain untuk warga kampung, aku dan teman-teman relawan sering keluar daerah untuk mengkampanyakan minat baca yang semakin hari orang-orang mulai meninggalkan minat baca. Sambil membawakan buku ketempat-tempat yang aku anggap sebagi pusat keramain.

Memang terasa ketika Aku dan teman-teman mengelar Lapak Baca terkadang hanya beberapa orang yang datang menghampiri. Hal ini diperkuat dari hasil survey oleh UNESCO yang mengabarkan bahwa kita warga Indonesia memiliki peringkat kurang memuaskan se ASEAN dalam hal membaca. Padahal dari zaman kezaman sering kita mendengar kata-kata ini “buku merupakan jendela dunia”. Kalau buku jendela dunia?. Tinggal bagaimana kita membuka jendela itu. Membukanya lewat membaca dan menghayati, maka dunia akan nampak di depan kita. Inilah ungkapan yang banyak disebut bahkan dijadikan hiasan dinding perpustakaan. Terlihat memang siapa yang rajin membaca dengan yang tidak. Wawasan berpikirnya lebih tinggi. inilah salah satu manfaat kita sering membaca yang dapat membuka cakrawala berpikir.

Selain membuka jendela dunia ternyata membaca memilki manfaat yang sangat baik bagi otak manusia. Beda halnya dengan hanya sekedar mendengar atau melihat. Membaca merupakan sebuah aktivitas gerakan otak. Sama halnya dengan kita perlu olahraga agar tubuh kita sehat, kuat dan terbiasa.

Ada penelitian unik dari seorang ahli mengatakan bahwa membaca dapat mengurangi resiko kepikunan atau biasa disebut dengan penyakit Alzheimer. Tukan… memang betul apa yang dikatakan para ahli yang tidak mau disebut namanya ini. Terbukti memang, mungkin aku salah satu orang yang cepat lupa. Tapi bukan lupa pada jodoh walaupun jodohnya hingga saat ini belum kunjung datang. Dengan sering membaca baik itu novel, majalah atau apapun namanya bisa merangsang fungsi kerja otak. Bayangkan jika mesin motor anda jarang dipanaskan atau bahkan tidak sama sekali apa yang terjadi. Hanya anda yang tau jawabannya soalnya saya di rumah Cuma punya sepeda gayuh hehehehehe…

Hobi membaca yang saya tekuni membantu membiasakan otak untuk mengingat apa yang sudah dibaca dalam rangkaian kata pada sebuah buku. Selain mengurangi resiku lupa, membaca juga dapat memberikan hiburan bagi si otak. Ketika kita membaca hal-hal yang berbau komedi semisal yang sering aku baca karangannya mas Raditya Dika. Otak merasakan hal yang menyenangkan dan pastinya akan berdampak pada kondisi pikiran. Tuhh… nyocok banget buat yang lagi stress apalagi yang stress karena pekerjaan, tugas bahkan stress karena ditinggalin kekasih hati. Oppss… stress yang terakhir hanya sebuah ungkapan pribadi tapi jika dengan membaca bisa merubah segalanya alias bisa move on kenapa tidak.

Dalam seminggu upayakan beberapa buku yang harus dibaca tapi jangan tiap minggu hanya baca buku tabungan saja. Kalau yang itu mah.. nga bikin otak sehat malah bikin stres ngeliatinnya. Apalagi yang dilihat tabungan nikah yang ng kunjung bertambah. Kalau sudah terbiasa membaca buku tiap hari dijamin anda akan fokus. Bagaimana tidak kalau sudah terbiasa pasti konsentrasi kita akan tertuju atau terpusat pada apa yang kita baca mulai dari rangkaian katanya, isinya bahkan pesan yang tertuang dalam bacaan itu. Tu…kan bermanfaat untuk melatih daya konsentrasi.

Ini sedikit cerita dalam rangka tukar pengalaman mengenai manfaat membaca dalam hal melatih otak. Bagi teman-teman yang agak kurang minat membacanya silahkan luangkan waktu untuk membaca. Paling tidak dimulai dari membaca koran, yang penting rutin dilakukan. Jangan sampai buku yang anda miliki di rumah hanya sebagai hiasan di meja kerja bahkan di lemari buku. Kasian bukunya rusak bukan karena dibaca tapi karena dimakan suhu ruangan dan debu.[BM]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s