Mengenal Jenis Sampah Agar Tidak Nyampah sembarangan

Siapa yang tidak kenal benda yang diberi nama sampah??? . Semenjak kita dilahirkan barang ini sudah mulai dihasilkan. Sampah itu sendiri diartikan sebagai bahan yang dibuang karena menganggap tidak ada lagi nilai ekonomisnya. Pengertian ini dilihat dari aktivitas manusia sebagai mahkluk hidup yang punya akal dan pikiran. Sedangkan, sampah yang diluar dari aktivitas manusia disebut sampah alam, semisal daun yang berguguran, buah yang sudah membusuk dan lain sebagainya.

Memahami dari makna sampah yang dihasilkan oleh manusia itu sendiri dan alam, dapat di golongkan berdasarkanย  sifat dari sampah tersebut. Ada yang bersifat organik dan ada pula yang anorganik. Kedua jenis sampah ini berbentuk padat dan cair.

Mengenal Jenis Sampah

Seperti yang sudah dijelaskan pada paragraph awal, sampah dapat dibedakan berdasarkan golongannya, diantaranya sampah organik dan anorganik. Kedua jenis sampah ini seringkali kita temui tulisannya pada bak sampah yang disediakan dibeberapa tempat, misalnya di taman kota, pinggir jalan, fasilitas umum, tempat wisata dan dibeberapa tempat lainnya. Terkadang ada juga yang bingung apa itu organik dan anorganik.

Sampah Organik

merupakan jenis sampah yang terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lainnya. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami.

Biasanya sampah jenis ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan penyubur tanah, seperti yang dikenal dengan istilah kompos. Sampah yang alami ini jika dibuatkan wadah atau tempat pengolahan bisa mendatangkan rupiah, dan hasilnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan akan hara bagi tanaman dalam bentuk pupuk.

Sampah Anorganik

Sampah jenis ini biasanya dihasilkan dari kegiatan industry berupa plastic dan bahan-bahan yang tidak bisa terurai oleh alam dengan cepat. Biasanya jenis sampah ini bisa di daur ulang menggunakan teknologi. Banyak juga yang bertanya, bagaimana dengan kertas, apakah termasuk sampah organik atau anorganik. Terlepas dari dim au masuk di golongan mana, terlebih dahulu kita cari tau. Sebenarnya sampah jenis kertas (Koran, karton dan kertas jenis lain) asal muasalnya dari bahan organik, akan tetapi jenis sampah ini bisa di daur ulang seperti rekan-rekannya (plastic) sehingga digolongkan menjadi sampah anorganik.

Sebagai tambahannya biasanya di areal kampus terutama di laboraturium, dan rumah sakit seringkali kita temukan tambahan nama bak sampah, selain organik, anorganik ada juga sampah B3 (Bahan Berbahaya dan beracun). Sampah B3 identik dengan bahan-bahan kimia.

Selain sampah organik yang bisa dijadikan penyubur tanah, sampah anorganik juga bisa dijadikan sebagai penyubur dapur. Bagaimana caranya???, jawabannya sangat gampang, tinggal bagaimana kita sebagai pelaku utama yang selalu menimbulkan akan tumpukan sampah mulai berpikir kreatif. Banyak diantara ibu-ibu bahkan bapak-bapak sudah mulai menunjukkan kreatifitas lewat sampah anorganik terutama plastic di olah menjadi barang yang bernilai ekonomis. Bukan hanya menjual dalam bentuk plastic saja, berbagai macam produk dihasilkan dari betuk tas, mainan kunci hingga perabotan dapur dan rumah bisa dihasilkan dari plastik yang dibuang percuma. Tentunya hanya orang-orang yang memiliki rasa peduli yang bisa melakukan ini. Maaf jangan ada yang marah lantaran saya menyebutkan kalimat ini. Jika anda peduli pasti mencari cara untuk hal ini.

Bahaya Sampah

Apa sihโ€ฆbahaya sampah???. Atau apa dampak yang dihasilkan oleh tumpukan sampah???ย  Seperti dijelaskan pada pengertian di atas, sampah ini merupakan benda yang dibuang karena menurut sebagian orang tidak adalagi manfaatnya. Sampah akan berbahaya jika pengelolaanya tidak sesuai prosedur. Pegelolaan yang dimaksud adalah mulai dari proses pembuangan atau penimbunan. Masyarakat yang membiasakan diri membuang sampah sembarangan lebih banyak menimbulkan resiko dibandingkan jika di buang pada tempat yang disediakan. Terlebih jika sampah dibuang sembarangan, seperti dibuang ke sungai dan laut.

Dampak negatif akibat sampah terutama yang berbentuk padat jika ditumpuk tanpa ada tindakan akan menimbulkan pencemaran. Pencemaran yang terjadi meliputi pencemaran udara dan air. Pencemaran udara berupa bau busuk yang diakibatkan oleh tumpukan berbagi macam jenis sampah yang mengalami pembusukan. Sedangkan, pencemaran air biasanya terjadi diawali oleh proses pelapukan yang menghasilkan cairan atau biasa disebut licing. Licing ini jika tidak dibuatkan bak penampung terutama di arel tempat pembuangan akhir (TPA) akan mengalami proses infiltrasi dan perkolasi dimana air limbah akan menembus ke bawah tanah dan mencemari air permukaan. Begitu juga jika licing ini kan terbuang ke aliran sungai akan menimbulkan pencemaran terutama yang sangat dikwatirkan adalah adanya logam-logam berat seperti, timbal dan logam berbahaya lainnya. Berbagai organisme termasuk ikan dapat terancam menuju kepunahan, jika cairan limbah ini terus-menerus dibiarkan mencemari air sungai. Tumpukan sampah juga dapat menyebabkan terjadinya ledakan diakibatkan oleh gas metan yang dihasilkan dari hasil fermentasi sampah.

*****

Bagaimana jika sampah tidak dibawa ke lokasi pembuangan atau pengelolaan?. Kebiasaan masayarakat yang membuang sampah semaunya tanpa memerhatikan aspek lingkungan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan berupa penyakit diare, tifus, kolera dan masih banyak lagi penyakit yang berbahaya lainnya ditimbulkan akibat pencemaran oleh sampah yang dibuang begitu saja. Belum lagi lalat sebagai organisme pembawa penyakit dengan cepatnya berkembang biak. Ini sangat mengganggu dan berbahaya.

Masihkah kita berpikir untuk selalu nyampah sembarangan????? [SR]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s