Tentang Rindu dan Sang Bidadari

Terhitung dari 12 April 2017, hari ini adalah kesempatan saya, entah keberapa kali melihat mentari terbit dengan sempurna. Begitu juga dengan kesempatan terbangun bukan hanya karena suara azan yang dikumandangkan di jarak 50 meter dari rumahku tetapi juga karena suara lembut seorang kekasih hati yang telah dicatat Tuhan sebagai pendampingku. Dia adalah seseorang yang dulunya selalu berusaha menjaga jarak ‘aman’ dariku. Dia yang dulunya malu untuk menatapku lama. Dia lah pemilik nama yang sering kusebut dalam harapan dan doa saya. Sekarang, dia adalah istriku. Continue reading “Tentang Rindu dan Sang Bidadari”